50 Guru Belajar Sains Melalui Permainan Anak

50 Guru Belajar Sains Melalui Permainan Anak

50 Guru Belajar Sains Melalui Permainan Anak

SELAMA jam para guru sangat antusias mengikuti kegiatan yang dipandu Science Educator PT Kuark

Internasional, Francisca Harumning Tyas. Seorang peserta, utusan SDS Cikaret Cibinong Salman Alfarisi,mengaku sangat senang dengan acara yang baru diikutinya. ”Alhamdulillah sangat luar biasa bagi saya tadi sekitar empat jam belajar tetapi tidak terasa dan itu sangat membuat kita enjoy dan happy,”ujarnya.

Munawar mengatakan, dirinya masih minim ilmu pelatihan seperti ini terutama dalam menggunakan media-media yang dalam keseharian dianggap mainan, tetapi ternyata bisa diaplikasikan menjadi sebuah pembelajaran sains yang menyenangkan. ”Sekembalinya saya kesekolah, insya Allah bisa merealisasikan untuk anak-anak didik saya di sekolah sehingga bisa belajar dengan fun,” terangnya

Sementara, seorang peserta laiinya Asep Irfan Sopandi menambahkan, untuk melakukan praktek IPA

tidak perlu barang mahal. Menurutnya, dengan mengikuti pelatihan tersebut pihaknya bisa menggunakan barang-barang yang mudah didapat dengan mainan yang sangat akrab bagi anak-anak.

“Ternyata kami baru tahu mainan itu bisa dibuat sebagai media pembelajaran. Guru-guru perlu merecharge metode mengajarnya. Acara ini sangat perlu sekali untuk guru di Indonesia, karena dengan seperti ini kita bisa menemukan ide. Dan ketika di sekolah kita bisa memanfaatkan media yang ada dilingkungan sekitar,” tandasnya.

Sementara itu Francisca Harumning Tyas, berpendapat metode mengajar Inkuiri sangat penting

untuk diterapkan disekolah, mengingat paradigma lama guru dalam mengajar cenderung sebagai sumber informasi saja. Jadi guru benar-benar mendominasi kelas. ”Sementara kita tahu anak-anak kemampuannya satu sama lain berbeda. Tidak bisa anak yang aktif disuruh duduk dengan tertib sementara guru menjelaskan di depan anak-anak disuruh diam, mendengarkan,” tandasnya.

 

Baca Juga :