Cara Pengairan Kolam Dan Penebara Benih Ikan

Cara Pengairan Kolam Dan Penebara Benih

Pengairan Kolam ikan

Pengairan Kolam ikan

Pengairan kolam ikan dilakukan setelah bagian di atas selesai. Ketinggian air yang diperlukan antara 45-75cm. setelah kolam diisi air kemudian dibiarkan selama 5-7 hari agar kolam ditumbuhi plankton . tanda–tanda

Penebaran benih Ikan

Benih ikan nila di tebar setelah kondisi kolam benar-benar telah memenuhi syarat. Penebaran ikan di lakukan pada pagi atau sore hari di waktu suhu rendah sehingga ikan tidak terjadi stres Benih ikan dapat di tebar di kolam jika komdisi kolam telah memenuhi syarat sebagai berikut :kedalaman air dapat di pertahankan 60–75cm.

Air sudah di tumbuhi plankton atau makan alami kualitas airnya baik dengan kriteria kandungan oksigen terlarut minimal 4 ppm, pH air 6–8, suhu air 23–30cm. penebaran ikan di lakukan dengan cara Aklimatisasi yaitu Penyesuaian suhu air pada wadah benih dengan suhu kolam. Aklimatisasi dilakukan selama 15–30 menit sampai suhu air pada wadah benih sama dengan suhu di kolam. Pelepasan benih di lakukan dengan cara memiringkan wadah benih hingga benih keluar sendiri dari wadahnya.

Pemeliharaan

Pada prinsipnya pemberian pakan memiliki dua tujuan yaitu sebagai makanan tambahan dan sebagai makan utama,.Sebagai makanan tambahan, pakan atau pellet hanya sebagai pelengkap dari makanan alami yang ada di kolam umumnya cara ini dilaksanakan pada budidaya ikan pada taraf semi intensif. Lain halnya jika pakan betul–betul menjadi andalan utama yang berperan dalam menaikan produksi, sehingga dosis, mutu, waktu dan cara pemberian pakan dikelola dengan cermat dan teliti.

Jadwal penentuan pakan juga menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan. Sebelum memberikan pakan kita harus melihat kebiasaan makan ikan itu sendiri. Apabila ikan yang kita pelihara bersifat nocturnal, maka presentasi pakan pada malam hari harus lebih besar dari siang hari. Frekuensi pemberian pakan pada budidaya ini adalah 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari bobot pemberian pakan 3–5% dari berat total biomassanya.

Syarat untuk terpenuhinya cara pemberian pakan yang baik ialah merata, dalam arti diusahakan agar tiap individu memperoleh bagian yang sama karena diasumsikan ukuran ikan yang dibudidaya sama/seragam, paling tidak pada saat penebaran. Pemberian yang merata bisa menghindari terjadinya kompetisi dalam mendapatkan makanan dan mengendalikan sifat kanibalisme. Metode yanag digunakan pada pemberian pakan ialah dengan menebar secara merata pada lapisan permukaan kolam.

Pemupukan susulan

Pemupukan ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan takaran 250g/m2, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP dilakukan setiap minggu dengan takaran masing-masing 2,5g/m2 dan 1,25g/m2 selama masa pemeliharaan.

Pemanenan

Hal–hal yang berkaitan dengan pemanenan yang perlu di perhatikan agar tidak mengalami kegagalan dapat di hindari seminim mungkin, maka harus di perhatikan cara panen, waktu panen, dan metodenya harus tepat.

Pemilihan macam alat yang di gunakan harus di sesuaikan, karena menggunakan alat tergantung dari ukuran ikan yang akan di panen, jumlah ikan yang di panen, jumlah tenaga yang tersedia, metode yang digunakan harus efisien dan efektif. Jenis alat yang di gunakan Dalam kegiatan pemanenan ikan adalah Hapa, seser, dll.

Artikel terkait :