Dalam Kasus Pendisiplinan Siswa, Guru Tidak Dapat Dipidana

Dalam Kasus Pendisiplinan Siswa, Guru Tidak Dapat Dipidana

Dalam Kasus Pendisiplinan Siswa, Guru Tidak Dapat Dipidana

Berbagai kasus kekerasan dan pengeroyokan yang dilakukan siswa di Makasar

kembali membangkitkan luka dalam dunia pendidikan. Pada 2016 Yurisprudensi Mahkamah Agung menyatakan guru tidak dapat dipidana saat menjalankan profesi dengan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap anak didik.

Keputusan tersebut terlahir setelah pengadilan guru di Majalengka, Jawa Barat. Kasus yang menimpa seorang guru Aop Saopudin di salah satu Sekolah Dasar Majalengka tersebut mengundang kontroversi. Kasus yang menimpa Aop bermula saat mendisiplinkan 4 siswa yang berambut gondrong pada Maret 2012. Tetapi salah seorang siswa tidak terima dan kembali menyerang Aop dengan memukul dan mencukur rambutnya.

Walaupun demikian, polisi, jaksa dan para guru sempat mendemo tetapi

kasus ini tetap dibawa ke pengadilan. Alhasil, Aop mendapatkan pasal berlapis berupa, Pasal 77 A UU Perlindungan Anak tentang perbuatan diskriminasi terhadap anak, Pasal 8 ayat 1 UU Perlindungan Anak, Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Berdasarkan dakwaan tersebutlah, Aop dikenakan pasal percobaan Pengadilan Tinggi Bandung dan Pengadilan Negeri Majalengka.

Setelah itu, Makahmah Agung menganulir dan menjatuhkan vonis bebas murni

kepada Aop dan ditetapkan di 6 mei 2014, guru ini dibebaskan. Keputusan tersebut merupakan hasil dari rundingan Majelis Hakim Salman Luthan dan anggota Syarifuddin dan Margono. Hal ini berkaitan dengan mendisiplinkan siswa yang memiliki rambut panjang harus ditertibkan menjadi tugas setiap urut.

Selain itu, seperti dilansir dari Detik.com perlindungan mengenai guru sudah tercantum dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 yang berbunyi, “Guru adalah pendidik profesional dengan tuas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.”***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/