Jalan-jalan di Kota Mekkah, Ada Apa Saja

Jalan-jalan di Kota Mekkah, Ada Apa Saja

Jalan-jalan di Kota Mekkah, Ada Apa Saja

Mekkah

adalah magnet bagi jutaan traveler muslim di seluruh dunia. Selain melaksanakan ibadah haji dan umrah, yuk kita lihat hiruk pikuk suasananya.

Kesibukan Kota Mekkah tidak hanya di siang hari, tetapi berlanjut hingga malam hari alias 24 jam. Suasana lalu lalang ribuan manusia seperti tidak mengenal waktu.

Banyak jamaah haji atau umrah berangkat menuju Masjidil Haram pada waktu dini hari

karena cuaca tidak begitu panas. Tak hanya itu, di hari libur banyak warga lokal Saudi yang mendatangi Mekkah untuk melaksanakan umrah. Mereka datang dari Riyadh, Jeddah, maupun Madinah.

Warga lokal Arab Saudi biasanya memarkir mobil mereka di Kuday Parking yang letaknya sekitar 4 km dari Masjidil Haram. Dari Kuday Parking, banyak taksi yang bisa disewa untuk mengantar ke Masjidil Haram. Adapun jamaah haji dan umrah dari luar Indonesia biasanya memilih hotel yang tidak jauh dari Masjidil Haram sehingga cukup berjalan kaki.

Dalam perjalanan dari hotel menuju Masjidil Haram

banyak hal menarik bagi jamaah haji dan umrah dari luar Arab Saudi. Jamaah bisa melihat toko yang tutup saat waktu solat tiba. Hal ini unik karena pembeli yang masih ada dalam toko harus menyudahi belanja saat waktu solat tiba. Para pedagang melaksanakan solat berjamaah di masjid berdekatan dengan kios mereka. Terkadang masjid-masjid tersebut tidak muat menampung jamaah, sehingga banyak jamaah yang melaksanakan solat di luar masjid.

Berdekatan dengan Masjidil Haram, terdapat Abraj al Bayt atau Zamzam Tower. Gedung pencakar langit ini adalah salah satu ikon Kota Mekkah. Di dalam Zamzam Tower terdapat hotel dan pusat perbelanjaan mewah. Karena sangat tinggi, Zamzam Tower terlihat di penjuru kota. Saat musim haji, jemaah yang sedang bermalam di Musdalifah bisa menyaksikan lampu hijau bersinar terang yang memancar dari Zamzam Tower ini.

Tak jauh dari Masjidil Haram juga ada beberapa fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan kantor polisi. Jika tersesat atau memerlukan informasi, ada banyak pos kecil sebagai pusat informasi. Jalanan di sekitar Masjidil Haram cukup padat, baik oleh pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor.

Berbeda dengan di Indonesia, mobil-mobil di Arab Saudi menggunakan setir di sebelah kiri. Lajur jalannya berbeda pula dengan Indonesia. Saat akan menyeberang jalan, tengoklah sebelah kiri karena mobil datang dari arah kiri.


Baca Artikel Lainnya: