Keselamatan adalah Segalanya

Keselamatan adalah Segalanya

Keselamatan adalah Segalanya
Dalam eksistensinya, perahu eretan juga beresiko mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang terjadi juga beragam. Kecelakaan tersebut bisa saja terjadi karena adanya kurangnya pengawasan dari joki perahu; adanya arus deras sungai; maupun adanya kesalahan yang dilakukan oleh penumpang baik disengaja maupun tidak. Perahu eretan ini juga melihat arus sungai, karena jika dalam arus superderas sungai perahu tetap dijalankan, maka keselamatan nyawa penumpang yang menjadi taruhannya.
Berdasarkan Jawa Pos pada edisi 5 April 2010 di Karangpilang, karena arus superderas Kali Surabaya menelan korban bapak – anak yaitu Listiawan dan Galih Putra Triraga Setiawan. Pria 36 tahun dan bocah 9 tahun itu tenggelam setelah jatuh dari perahu tambangan atau perahu eretan. Padahal Sabtu malamnya mereka baru melepas rindu, makan bersama, lalu hilang di sungai. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 21.30. Listiawan baru mengajak tiga anaknya berbelanja di Alfa Mart Waru Gunung, Kecamatan Karangpilang. Selain Galih, Listiawan mengajak dua anaknya yang lain, yaitu Galita Putri Marni Setiawan, 13; dan Rizanova, 11. Setelah itu, Listiawan berniat mengajak ketiga buah hatinya tersebut menginap di tempat indekosnya di Krembangan Delik, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Dari Waru Gunung, mereka menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai (tambangan). Puluhan petugas dari Tim SAR Surabaya dan SAR Brimob Polda Jatim terus menyisir aliran Kali Surabaya untuk mencari kedua jasad mereka hingga ke bawah jembatan tol Gunungsari. Tapi, hasilnya nihil. Ratusan warga juga menyaksikan pencarian itu. (Jawa Pos edisi 5 April 2010)
Kecelakaan tersebut bisa saja terjadi karena tidak adanya pagar pembatas perahu. Memang naik perahu eretan tanpa ada pagar pelindung memang berbahaya apalagi kondisi perahunya juga miring. Padahal fungsi pagar adalah untuk menghalangi penumpang agar tidak jatuh ke sungai.
Upaya meningkatkan keselamatan pelayaran harus dilakukan secara terus-menerus dan dilakukan oleh semua pihak baik itu dilakukan oleh pemilik perahu, joki perahu, maupun penumpang perahu eretan. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik, bahkan pada Tahun 2009 hampir tidak terdengar adanya kecelakaan kapal penyeberangan. Memang seperti yang kita ketahui, tidak ada asuransi penumpang dalam usaha jasa penyeberangan perahu eretan ini. Karena usaha ini tergolong usaha mikro atau kecil.