Mendikbud: Tiga Hal Penting yang Perlu Dimiliki Guru Profesional

Mendikbud: Tiga Hal Penting yang Perlu Dimiliki Guru Profesional

Mendikbud Tiga Hal Penting yang Perlu Dimiliki Guru Profesional

Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa seorang guru profesional setidaknya harus memiliki tiga hal, yaitu keahlian, tanggung jawab sosial, dan rasa kesejawatan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Jakarta (14/12/2016).

Dalam seminar yang bertema “Pengembangan Karir Guru sebagai Upaya Pemerataan Distribusi dan Peningkatan Mutu Pendidikan” tersebut, Mendikbud meminta agar para guru nantinya memiliki tiga syarat tersebut, sehingga mereka bisa disebut sebagai profesional.

“Ciri expert (keahlian) adalah spesialisasi. Spesialis itulah yang membedakan orang yang terdidik dengan sungguh-sungguh dengan yang tidak,” ujarnya saat menjelaskan ciri pertama dari seorang profesional. “Tanggung jawab sosial (juga) hanya dimiliki oleh pekerja profesional. Tanggung jawab sosial artinya bahwa seorang profesional akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk keahlian itu, bukan ke masyarakat. Baru kemudian manfaatnya dipersembahkan untuk kepentingan masyarakat,” lanjutnya.

 

Terakhir tentang rasa kesejawatan, Muhadjir menjelaskan syarat terakhir ini bisa dibangun.

Dia mencontohkan, semisal organisasi-organisasi guru yang ada saat ini memiliki bagian khusus yang membahas mata pelajaran tertentu. Mereka dapat bersama membahas bidang pelajaran tersebut secara lintas organisasi, namun harus mereka harus meninggalkan kepentingan organisasi guru tempat mereka berasal.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Kahar Muzakir dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru memiliki peran yang strategis. Karena semakin baik kualitas guru, semakin baik pula generasi suatu bangsa.

 

“Sebagai pendidik, guru terus dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya agar k

ualitas pendidikan nasional terus meningkat,” ujarnya.

Seminar yang dihadiri oleh 400 lebih guru se-indonesia ini bertujuan untuk mengetahui peta permasalahan menganai faktor-faktor startengis yang mempengaruhi mutu pendidikan dasar serta diharapkan seminar ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan bersama bagi pemerintah. (Aji Shahwin)

 

Baca Juga :