Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Pengertian organisasi

Organisasi dalam bahasa Yunani berasal dari kata organon yang berarti alat. Organisasi diartikan sebagai gambaran pola-pola, skema, bagan yang menunjukan garis-garis perintah, kedudukan staf organisasi, hubungan-hubungan yang ada dan lainnya (Hasibuan, 2006:118).
Kata “organisasi” mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara di mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien. Organisasi merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya (Handoko, 2000:167).
Cyril Soffer (dalam Sukanto dan Handoko, 2001: 6) menjelaskan bahwa organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberikan peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja, yang mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan di antara pemegang peran yaitu anggota organisasi dan kemudian di gabung ke dalam beberapa bentuk hasil. Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis.

A. Organisasi dalam arti statis

Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam. Ada berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti statis, yaitu antara lain:

  • Organisasi dipandang sebagai wadah atau alat (tool) yang berarti:
  1. Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya
  2. Organisasi merupakan wadah dari sekelompok orang yang mengadakan kerja sama untuk mencapa tujuan bersama.
  3. Organisasi sebagai wadah atau tempat dimana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen itu bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manajemen.
  • Organisasi dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal seperti yan tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam.
  • Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang ada, yang menggambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando dan garis tanggung jawab.

B. Organisasi dalam arti dinamis

Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis dengan menyoroti aktivitas atau kegiatan yang ada di dalam organisasi, serta segala macam aspek yang berhubungan dengan usaha pencapaian tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian terdapat berbagai macam pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis, yaitu:

  1. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup daripada organisasi itu.
  2. Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi sisinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, organisasi dalam arti dinamis menyoroti unsur manusia yang ada di dalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan (Wursanto, 2002:41-42).

Organisasi adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien sehingga memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu (Hasibuan, 2006:119).

S.P Siagan mendefinisikan organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan itu selalu terdapat hubungan antara seseorang atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang lain yang disebut bawahan (Afifuddin, dkk., 2004:88). Unsur pokok dalam suatu organisasi yaitu harus adanya suatu kerja sama antara dua orang atau lebih, mempunyai struktur dan hubungan kerja yang jelas serta mempunyai tujuan yang hendak di capai secara bersama.

Kast dan Rosenzweig memberikan beberapa definisi organisasi sebagai:

  1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
  2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
  3. Suatu subsistem teknik. Yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan dan fasilitas.
  4. Suatu subsistem struktural. Yaitu orang-orang yang kerja bersama dalam berbagai kegiatan yang terpadu.
  5. Suatu subsistem psikososial. Yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial.
  6. Suatu subsistem manajarial yang merencanakan dan mengendalikan semua usaha (Sukanto dan Handoko, 2001:7).

Menurut Atmosudiro yang dikutip oleh Hasibuan (2006:121) Organisasi adalah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan tertentu.

Organisasi pada umumnya dikembangkan sebagai instrumen bagi pencapaian tujuan-tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam situasi dimana orang-orang menyadari manfaat organisasi sebagai suatu jalan terbaik pelaksanaan kegiatan kolektif. Atas dasar sifatnya organisasi menyangkut pengintegrasian dan penyusunan kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan.

Beberapa ciri atau atribut organisasi dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang diterapkan.
  2. Organisasi dikembangkan untuk mencapi tujuan tertentu. Oleh karenanya, organisasi adalah kreasi sosial yang memerlukan aturan dan kooperasi.
  3. Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun. Kegiatan-kegiatan dibedakan menurut berbagai pola yang logis. Koordinasi bagian-bagian tugas yang saling bergantungan ini memerlukan penugasan wewenang dan komunikasi.
  4. Organisasi adalah instrumen sosial yang mempunyai batasan-batasan yang secara relatif dapat diidentifikasikan dan keberadaannya relatif permanen (Sukanto dan Handoko, 2001:4)

Pendekatan yang sifatnya struktural menyoroti organisasi sebagai wadah yang relatif statis. Hal ini berarti bahwa:

  1. Organisasi merupakan penggambaran jaringan hubungan kerja yang sifatnya formal.
  2. Organisasi sebagai rangkaian hirarki kedudukan dan jabatan yang menggambarkan secara jelas garis wewenang dan tanggung jawab.
  3. Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditentukan (Afifuddin, dkk., 2004:89).

Seperti diketahui, teori organisasi klasik menggunakan pendekatan struktural dan sistem dibuat tertutup. Sedangkan teori modern cenderung memandang organisasi sebagai sistem terbuka, dengan dasar analisa konseptual dan didasarkan pada data empiris serta sifatnya sintesa dan integratif. Sistem terbuka itu pada hakikatnya merupakan transformasi masukan yang menghasilkan keluaran; transformasi terdiri dari aliran informasi, bahan dan energi. Sedang pengertian sistem itu sendiri adalah sekelompok bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud. Sistem terdiri dari subsistem tujuan, manajerial, teknis, psikososial dan struktural.

Organisasi terdiri dari antar hubungan bagian-bagian dalam suatu sistem, ada bahan-bahan yang dihubungkan dengan elastis. Sebagai suatu sistem organisasi terdiri dari tiga unsur:

  1. Unsur struktur yang bersifat makro.
  2. Unsur proses yang juga bersifat makro.
  3. Unsur perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro.

Ketiganya saling kebergantungan dan tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya (Sukanto dan Handoko, 2001:51).

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi merupakan adanya orang-orang yang usahanya harus di koordinasikan; tersusun dari sejumlah subsistem yang saling berhubungan dan saling tergantung, bekerja bersama atas dasar pembagian kerja peran dan wewenang, serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak di capai.

Hal ini menimbulkan berbagai aspek-aspek penting dalam pengertian organisasi di atas, yaitu:

  1. Adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai.
  2. Adanya sistem kerja yang terstruktur dari sekelompok orang.
  3. Adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antar sesama.
  4. Adanya pengelompokan dan penetapan pekerjaan yang terintegrasi.
  5. Adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati.
  6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
  7. Adanya unsur dan alat-alat organisasi.
  8. Adanya penempatan orang-orang.

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/